Kristen Dijamin Surga atau Sebaliknya ?




Penulis : Eza Raffleza






Bismillah...

Sebagaimana yang diyakini oleh umat Kristiani bahwa jaminan keselamatan akan mereka dapatkan kelak karena keyakinan bahwa Yesus Kristus telah menebus mereka lewat pengorbanan yang dia lakukan lewat penyaliban..

Merasa terbuai dengan doktrin tersebut TAPI disisi lain mereka belum menelaah secara mendalam atau tidaknya “jaminan” tersebut.
Untuk itulah, kita akan mencoba mengkaji dan mengupasnya lebih dalam dan spesifik berdasar Alkitab itu sendiri.

Mari Kita Lihat Ayat Alkitab Yang Menjadi “Pondasi Kuat” Dari Doktrin tersebut :

Efensus 2:8
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

Ketika melihat ayat diatas, mereka menyimpulkan hal tersebut dari kalimat “Bukan Hasil Usahamu”. Kalimat ini menunjukkan bahwa walaupun mereka berbuat kesalahan sesuka hati asalkan mereka ‘mengimani’ kasih karunia Allah dan Yesus sebagai Juru Selamat..mereka tetap akan masuk kedalam surga saat hari penghakiman.

Sebagaimana kita ketahui lewat pemberitaan-pemberitaan media, baik televisi, media sosial, yang terjadi di ruang lingkup kita..ada sebagian hard-core seperti aktivis Gereja, pendoa syafaat, putra/putri altar, worship leader, bahkan pendeta/pastor yang berkelakuan sebaliknya alias buruk. (disini saya tdk perlu menjabarkannya, cukup tau ajalah!)

Sebagian besar dari mereka hidup tenang-tenang saja “tanpa” rasa bersalah. Tetap memberi perpuluhan/persembahan, tetap setiap Minggu datang beribadah..berdoa, melakukan puji-pujian, bahkan mungkin berbahasa Roh sampai airmata berlinang..
Mungkin itu khusus hari Minggu saja, entah di hari lainnya karena pikiran mereka “toh keselamatan itu By Grace! Saya tidak perlu bersusah-payah hidup benar, karena pada akhirnya TUHAN pasti meloloskan saya masuk kerajaan-Nya karena saya ini anak-Nya (sudah dibaptis)”.

Kita lanjut ke ayat berikutnya...

Efensus 2:10
"Karena kita ini buatan Allahdiciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Kalimat “Diciptakan Untuk” menandakan bahwa melakukan perbuatan baik itu merupakan expected alias harapan yang required (WAJIB) from us.
Kita percaya, karena Tuhan lah yang memerintahkan kita sebagai the way of life..

Yesus memiliki standart untuk itu dan mereka “berpikir” bahwa mereka qualified untuk masuk kerajaan sorga, tapi..

Mat 7:21
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."

Dari ayat diatas tentu mindset kita akan timbul..
Siapa yang menganggap Yesus sebagai Tuhan? Tidak lain dan tidak bukan adalah umat Kristen sendiri. Lantas..Apa yang dipermasalahkan Yesus disitu?

Yang membuat mereka qualified adalah JIKA melakukan kehendak Bapa di sorga. Mereka dituntut untuk hands-on, karena iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak 2 :26)

KE AYAT BERIKUTNYA LAGI...

Mat 7:22-23
"Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan banyak mukjizat DEMI Nama Tuhan.. SIAPA MEREKA ?
Mereka ini jelas bukan orang sembarangan..jelas bukan dukun, ahli feng-shui, atau cenayang yang sering masuk TV.. karena ketiga itu tidak melakukannya ‘demi nama Tuhan’. Lalu siapa yg dimaksud pada ayat 22 di atas? Tentu tidak lain dan tidak bukan adalah pendeta-pendeta besar dan pastor-pastor/romo-romo  wahid di belahan bumi ini..!!

Jika para hamba Tuhan itu saja “diusir” oleh Yesus, apalagi umatnya yang di gereja.
Yesus memanggilnya dengan sebutan “Pembuat Kejahatan”. Alasannya ?
Melihat pada ayat sebelumnya (ayat 21), mereka-mereka ini pastilah TIDAK melakukan kehendak Bapa yg di Surga. Hanya Tuhan lah yg tahu jika ternyata mereka ini sesungguhnya melakukan semua hal di atas untuk memuliakan dirinya sendiri (terkenal, nama besar) atau untuk memenuhi hasrat duniawi (mengumpulkan harta dari ketenaran),atau tujuan/ambisi pribadi lain yg semakin jauh dari rencana Allah.

LANTAS bagaimana mereka harus bersikap di dunia ini agar berkenan di hadapan Tuhan semesta alam? Mari kita lihat ayat berikutnya :
Mat 7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu." 
Mat 7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir."
Jelas being ignorant/bersikap masa bodoh terhadap kehendak Bapa adalah tidak bijaksana, kecuali memang mereka berencana menghabiskan kekekalan di alam maut yg penuh ratap dan kertak gigi (Mat 22:13)

Dalam skenario penebusan TERNYATA memiliki konsekuensi bagi umat Kristen. Apa itu ?
Rom 8:12 “Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.”

Umat Kristen BERHUTANG.. berhutang kepada siapa ?
Tentu kepada Sang Penebus! Dosa-dosa umat Kristen telah ditebus-Nya, Ia telah MEMBAYAR LUNAS harganya! Ini menyisakan kita hutang –dan sebagaimana semua hutang di dunia ini pada hakekatnya, hutang ini pun HARUS DIBAYAR.

Tapi dengan cara apa membayarnya?
Rom 8:13 
Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”

Dengan TIDAK hidup menurut daging, MEMATIKAN perbuatan-perbuatan tubuh dan hidup menurut Roh.. (kalau dalam Islam bermakna menghidupkan rohani kita dengan tidak merusak jasmani kita dengan perbuatan dosa).
Sesuka hati melakukan dosa, hidup sesuai hasrat diperut dan mata..dan berharap hutang terbayar lunas dengan sendirinya, by granted. Bukan seperti itu menurut Alkitab TAPI Pelunasan hutang itu harus dikerjakan sendiri, dan hanya terjadi jika hidup menurut Roh dan meneladani Yesus didalam prosesnya..

KENAPA sulit, bukankah umat Kristen telah “dibaptis”?
Roma 8:14, 
“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”

Melihat itu sangat mengecewakan TAPI itu pun belum cukup. Membaca definisi dari ayat 14 diatas, mereka hanya bisa disebut anak Allah JIKA DAN HANYA JIKA hidup mereka dipimpin oleh Roh Allah! So, jika mereka hidup seenaknya saja seturut daging, jangan bilang Tuhan Allah kejam ketika kalian bertemu Dia di kekekalan nanti Ia tidak mengakui kalian sebagai anak dan malah menghardik dengan suara menggelegar “Aku tidak mengenal engkau!!”

Apa yang umat Kristen ketahui bahwa sampai saat ini mereka masih berkeyakinan dipimpin oleh daging dan bukan oleh Roh, mereka BELUM dilayakkan untuk menyandang predikat sebagai  ‘anak Allah’.

Jika dicompaare dengan Paulus yang menurut mereka adalah murid Yesus. Apakah kalian sudah lebih benar bagi Allah daripada Paulus? Lalu renungkan ayat berikut ini :
2Kor 5:9, “
Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.” 

Ayat itu ditulis oleh Paulus. Perhatikan bagaimana pandangan Paulus mengenai kelayakan/keberkenaan dirinya di hadapan Allah...!!
Paulus saja masih merasa perlu untuk BERUSAHA BERKENAN! Bayangkan..itu kaliber Paulus, salah satu murid Yesus yg paling tersohor menurut umat Kristen! Sangat unik dan aneh umat Kristen dengan sifat sombong memandang diri lebih hebat dari Paulus sehingga tidak perlu untuk berusaha berkenan..at all, melainkan tinggal klaim/tuntut saja janji-janji Allah di Alkitab..

Rom 8:17, 
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”

Perhatikan dan telaah dengan bijak. Pada ayat diatas terdapat frase prasyarat (pre-qualification) yang jelas dan gamblang : JIKA KITA MENDERITA BERSAMA-SAMA DENGAN DIA!
Mengapa anak kalimat yg se-krusial ini DISEMBUNYIKAN pada khotbah-khotbah di mimbar-mimbar gereja (hanya gembar atau soal ‘ahli waris’ dan ‘berhak menerima janji-janji Allah’ saja)?? Menderita dulu, baru dipermuliakan! Laksanakan dulu kewajiban baru menuntut hak!!
Tidak mungkin mudah atau murah untuk memperoleh sesuatu yg bernilai, terlebih hidup kekal dalam kemuliaan the ultimate gift. Kalau hanya berbekal aliran air di dahi atau menyelam dikolam (ritual baptis di Katolik/Kristen) saja umat bisa beroleh keselamatan kekal, neraka pastinya akan kosong melompong! Semua makhluk di bumi ini tinggal mengantri saja berduyun-duyun untuk dibaptis, lalu setelah itu bebas memperkosa, membunuh, menganiaya, menipu, dan lain-lain sepuas-puasnya TANPA pernah harus mempertanggungjawabkannya, lalu ketika meninggal langsung masuk jalan tol premium VIP menuju Surga...
How ridiculous! Terutama karena Yesus sendiri sudah menggambarkannya demikian..

Mat 7:13, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 

Mat 7:14,”karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

KESIMPULAN :

Sekalipun keselamatan itu sendiri nantinya merupakan anugerah dari Yang Kuasa, namun terdapat satu syarat mutlak utk mendapatkannya..umat Kristen DITUNTUT (sebagai orang berhutang) untuk sebaik mungkin melayakkan/memantaskan diri untuk menerimanya. Dan bagaimana mereka  melakukan itu? Tentu dengan hidup menurut Roh dan BERUSAHA BERKENAN di hadapan-Nya setiap waktu..

SEMOGA TULISAN INI BERMANFAAT...
JAZAKALLAHU...




0 komentar:

Posting Komentar

Budayakan berkomentar dengan baik