Buku-Buku yang diterbitkan AWF

Buku-buku yang Kristologi yang diterbitkan AWF bisa didapatkan disini, untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang Kristologi.

Kajian Kristologi

AWF bekerjasama dengan berbagai pihak memberi kajian kristologi di beberapa tempat untuk meneguhkan aqidah umat Islam

Kursus Kristologi Dasar

Kursus Kristologi Dasar (KKD) sering diadakan secara berkesinambungan untuk memberikan pengetahuan tentang dasar-dasar Kristologi baik di kampus AWF maupun di pondok Pesantren

Pendekatan Persuasif

Pendekatan dan kerjasama AWF dengan berbagai elemen masyarakat untuk meneguhkan Aqidah umay Islam

Kunjungan AWF

Berbagai kunjungan dan kajian AWF diberbagai daerah untuk memberikan kajian dan kursus Kristologi, baik di Masjid-masjid maupun di Pondok Pesantren

Kenapa Saya memilih islam ?




Kenapa Saya memilih islam ?
Oleh seorang Mualaf Hendra Wijaya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saudara-saudaraku yang di rahmati oleh Allah SWT,shalawat dan salam selalu kita sampaikan untuk Rasulullah Muhamad SAW beserta keluarga dan para sahabat.

Saya Hendra wijaya lahir pada tanggal 15 April 1992 di kota Bandung,dan di besarkan oleh keluarga yang berlatar belakang kristen protestan,pada usia remaja saya aktif dalam pelayanan remaja melayani di salah satu Gereja di kota Bandung.

Yang membuat saya ragu dengan kekristenan saya melihat begitu banyak sekte gereja dan mereka punya pemahaman masing-masing,ini yang membuat saya binggung,sebagai contoh Baptis ada yang di selam dan Di percik ini juga menjadi permasalahan.

Lalu saya melihat perbedaan yang mencolok dengan cara ibadah gereja Kharismatik dan Injili,di Kharismatik ada bahasa roh saya melihat orang berbahasa yang tidak saya mengerti dan banyak yang seperti kemasukan,teriak-teriak,histeris,tertawa dsb.

Hal ini tidak terjadi di gereja lama saya yang beraliran injili ibadah lebih cenderung tenang,musik lebih tenang tidak ada bahasa roh dsb,tapi masing-masing punya paham sendiri-sendiri dan merasa paling benar,hal itu yang membuat saya binggung dan berpikiran bahwa setiap gereja benar menurut dogma nya masing-masing.

Setelah itu saya berkelana mencari gereja mana yaang sesuai dengan hati nurani saya ? dari satu gereja ke gereja lain tapi tidak kunjung juga saya menemukan gereja yang bisa membuat saya berkembang secara rohani,lalu saya mulai jarang ke gereja tapi masih mendalami alkitab mencari kebenaran.

Setelah itu saya bergaul dengan orang-orang muslim kita sering tukar pikiran tengtang kehidupan,agama dan politik,mereka saat itu sudah seperti keluarga bagi saya walaupun kami beda keyakinan tapi tetap ada toleransi saling menghargai.

Sampai pada saat sahabat saya menyampaikan kepada saya surat dalam al quran Qs al maidah ayat 72-73.

72. لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.


73. لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

Ayat ini yang membuat saya merinding sekaligus berpikir dan mencari bukti dalam alkitab apakah Yesus itu Tuhan ?.

Saya sering mencari informasi apakah Yesus Tuhan ? saya juga sering lihat ceramah Dr.Zakir Naik di Youtube dan penjelasannya rasional dan masuk akal saya suka sekali dengan penjelasan beliau,lalu saya sering juga mendengar kisah-kisah Ustadz/Ustadzah Mualaf seperti : Umi Irena Handono,Ust Insan Ls Mokoginta,Ust Syamsul Arifin Nababan,dari sinilah saya semakin yakin untuk memeluk Agama Islam.

Keyakinan saya terhyadap islam karena Islam Agama yang Tauhid dan Yesus pun bertauhid Kepada Allah Tuhan yang Esa terdapat dalam ayat bible berikut ini :
Markus 12:29. Jawab Yesus :

 “ Hukum yang terutama ialah : Dengarlah,hai  orang israel, Tuhan Allah kita,Tuhan itu Esa.

Yesus pun mengajarkan hukum yang terutama Tuhan Allah kita,Tuhan itu Esa ini adalah bukti bahwa Yesus mengajarkan Tauhid.

Yohanes 5 : 30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri ; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar,dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri,malainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Di dalam ayat ini kita lihat Yesus tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri,dan Yesus hanya mengikuti kehendak Allah yang mengutusnya,kalau Yesus adalah Tuhan kenapa Yesus tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri ? dan Yesus mengaku ada yang mengutus,masa sih Tuhan mengutus Tuhan ?

Yohanes 17 : 3. Inilah hidup yang kekal itu,yaitu bahwa mereka mengenal Engkau,satu-satunya Allah yang benar,dan Mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Nah disini Yohanes mengajarkan hidup yang kekal percaya kepada satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus sebagai Utusan ( saat saya mengucapkan Syahadat saya hanya percaya kepada satu-satunya Tuhan Allah dan saya pun menyakini Yesus/Isa almasih hanya utusan Allah ).

Dan  masih banyak lagi ayat-ayat dalam alkitab/bible Yesus mengakui dirinya hanya utusan Tuhan keterangan tersebut ada pada :

-          Markus 9 : 37  Siapa yang menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku,ia menyambut Aku.dan barangsiapa menyambut Aku,bukan aku yang di sambutnya,tetapi DIA yang mengutus Aku.

-          Matius 10 : 40  Barangsiapa menyambut kamu,ia menyambut Aku,dan barangsiapa menyambut Aku,ia menyambut DIA yang mengutus Aku.

-          Lukas 10 : 16 barangsiapa mendengarkan kamu,ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu,ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku,ia menolak DIA yang mengutus Aku.

-          Yohanes 5 : 37 Bapa yang mengutus Aku
-          ,Dialah yang bersaksi tengtang aku,kamu tidak pernah mendengar suaranya,rupanyapun tidak pernah kamu lihat.

-          Yohanes 20 : 21 Damai sejahtera bagi kamu sama seperti Bapa Mengutus Aku,demikianlah juga sekarang Aku mengutus kamu.

-          Bahkan Yesus pun tidak mengakui lebih tinggi dari Allah,sebagaimana pernyataannya dalam injil Yohanes 14 ayat 28 Sekiranya kamu mengasihi Aku,kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku,sebab Bapa lebih besar daripada Aku.


Dan melalui ayat inilah saya yakin bahwa Yesus adalah Utusan bukan Tuhan meskipun ada tertera dalam Yohanes 13 : 13 Yesus menyatakan dirinya sebagai Tuhan  tapi ayat itu sudah beberapa kali di revisi KSI Tahun 2000,ENDE Tahun 1969, SCHELLABEAR DRAFT Tahun 1912 dan KLINKERT Tahun 1870,dan karena itu tidak bisa di benarkan.

Demikianlah kisah hidup saya menjadi seorang mualaf dan hanya islam agama yang benar di sisi Allah,saya sampaikan juga kepada para pembaca mari kita jaga keluarga kita dari pendangkalan aqidah yang sering di lakukan oleh mereka para misonaris dengan berbagai cara akhir kata,

Hadaanallaahu wa-iyyakum ajma’iin. Akhiirul kalaami,
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh.


Ketika Ilmu Pengetahuan Harus Di Bawah Telunjuk Gereja

Oleh: Sang Misionaris.

Pendahuluan
    Ketika ilmu pengetahuan telah dihubungkan dengan kitab sucinya umat Kristiani dalam bentuk hubungan sejarah perkembangan ilmu, namun tidak pada psikologi-sosialnya, justru hal tersebut telah mengakibatkan tidak nampak atau hilangnya sama sekali elastisitas ilmu pengetahuan. Di dalam Kristianitas, ilmu pengetahuan telah terikat oleh doktrin agama yang bersifat tertutup dan jauh dari karakter dialogis, dan bentuk hubungan seperti yang telah diperagakan oleh masyarakat Kristiani, tercatat telah melahirkan sejumlah kerugian, yaitu telah terjadinya pertentangan antara kajian keilmuan dengan kajian keagamaan, yang mengakibatkan saintis diposisikan oleh Gereja sebagai penentang agama. Dari adanya kondisi demikian, hal tersebut telah mengakibatkan hilangnya tradisi Yunani yang kritis sekaligus dialektik, bahkan bagi sebagian Kristen yang fanatik terhadap agamanya, malah memberi kesan lahirnya kembali mitologi seperti yang pernah berjaya pada masa pra-Socrates, Plato, dan Aristoteles. Tidak hanya itu, Kristiani di masa lalu justru sering mempertentangkan hasil kajian ilmiah dan filosofis yang telah dibangun manusia sebelumnya, sehingga dunia pada akhirnya kembali mengalami masa kegelapan dan masyarakat dunia kembali dikalahkan oleh adanya mite-mite.1

Pendapat Para Ulama Dan Orientalis Tentang Ke-Ummi-an Nabi Muhammad Saw

Oleh: Sang Misionaris.


    Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad digelari ummi yang berarti tidak bisa baca-tulis. Sejarah menerangkan pula bahwa ini adalah tanda orisinalitas kitab yang dibawanya, bahwa Al-Quran bukanlah karangan Nabi Muhammad. Ini tidak salah, tapi yang sangat  menarik adalah gelar ini mengandaikan beliau yang tidak terjebak dalam sistem bahasa dengan segala hukum yang ada di dalamnya, yakni Muhammad tidak butuh penanda untuk eksis dan menjalankan misi profetiknya. Nabi Muhammad terlepas dari segala macam simbol. Dengan begitu, misi kenabian bersifat universal, sehingga tidak ada perbedaan antara Arab dan non-Arab. Tidak ada perbedaan miskin dan kaya. Tidak ada perbedaan laki-laki dan perempuan di mata Tuhan. Tidak ada perbedaan tuan dan budak, semuanya sama. Maka dari misi universal ini, dominasi Quraisy di Mekkah dapat ditumbangkan, dan tuhan-tuhan simbolik di sekeliling Ka’bah yang eksklusif dan parsial bisa dihancurkan, karena berhala-berhala tersebut lebih mengarah pada sebuah agensi subversif terhadap tatanan simbolik masyarakat manusia yang menginginkan nilai kesatuan dan kemanusiaan. Lalu, seperti apakah pandangan para ulama dan juga para orientalis perihal ke-ummi-annya Nabi Muhammad saw? Dan, adakah bukti yang secara otentik bisa menguatkan bahwa pada masa hidupnya beliau pernah belajar atau diajar, baik sebelum maupun pada saat menjadi Nabi?  

Kristen Dijamin Surga atau Sebaliknya ?




Penulis : Eza Raffleza






Bismillah...

Sebagaimana yang diyakini oleh umat Kristiani bahwa jaminan keselamatan akan mereka dapatkan kelak karena keyakinan bahwa Yesus Kristus telah menebus mereka lewat pengorbanan yang dia lakukan lewat penyaliban..

Merasa terbuai dengan doktrin tersebut TAPI disisi lain mereka belum menelaah secara mendalam atau tidaknya “jaminan” tersebut.
Untuk itulah, kita akan mencoba mengkaji dan mengupasnya lebih dalam dan spesifik berdasar Alkitab itu sendiri.

Mari Kita Lihat Ayat Alkitab Yang Menjadi “Pondasi Kuat” Dari Doktrin tersebut :

Efensus 2:8
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

Ketika melihat ayat diatas, mereka menyimpulkan hal tersebut dari kalimat “Bukan Hasil Usahamu”. Kalimat ini menunjukkan bahwa walaupun mereka berbuat kesalahan sesuka hati asalkan mereka ‘mengimani’ kasih karunia Allah dan Yesus sebagai Juru Selamat..mereka tetap akan masuk kedalam surga saat hari penghakiman.

Sebagaimana kita ketahui lewat pemberitaan-pemberitaan media, baik televisi, media sosial, yang terjadi di ruang lingkup kita..ada sebagian hard-core seperti aktivis Gereja, pendoa syafaat, putra/putri altar, worship leader, bahkan pendeta/pastor yang berkelakuan sebaliknya alias buruk. (disini saya tdk perlu menjabarkannya, cukup tau ajalah!)

Sebagian besar dari mereka hidup tenang-tenang saja “tanpa” rasa bersalah. Tetap memberi perpuluhan/persembahan, tetap setiap Minggu datang beribadah..berdoa, melakukan puji-pujian, bahkan mungkin berbahasa Roh sampai airmata berlinang..
Mungkin itu khusus hari Minggu saja, entah di hari lainnya karena pikiran mereka “toh keselamatan itu By Grace! Saya tidak perlu bersusah-payah hidup benar, karena pada akhirnya TUHAN pasti meloloskan saya masuk kerajaan-Nya karena saya ini anak-Nya (sudah dibaptis)”.

Kita lanjut ke ayat berikutnya...

Efensus 2:10
"Karena kita ini buatan Allahdiciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Kalimat “Diciptakan Untuk” menandakan bahwa melakukan perbuatan baik itu merupakan expected alias harapan yang required (WAJIB) from us.
Kita percaya, karena Tuhan lah yang memerintahkan kita sebagai the way of life..

Yesus memiliki standart untuk itu dan mereka “berpikir” bahwa mereka qualified untuk masuk kerajaan sorga, tapi..

Mat 7:21
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."

Dari ayat diatas tentu mindset kita akan timbul..
Siapa yang menganggap Yesus sebagai Tuhan? Tidak lain dan tidak bukan adalah umat Kristen sendiri. Lantas..Apa yang dipermasalahkan Yesus disitu?

Yang membuat mereka qualified adalah JIKA melakukan kehendak Bapa di sorga. Mereka dituntut untuk hands-on, karena iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak 2 :26)

KE AYAT BERIKUTNYA LAGI...

Mat 7:22-23
"Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan banyak mukjizat DEMI Nama Tuhan.. SIAPA MEREKA ?
Mereka ini jelas bukan orang sembarangan..jelas bukan dukun, ahli feng-shui, atau cenayang yang sering masuk TV.. karena ketiga itu tidak melakukannya ‘demi nama Tuhan’. Lalu siapa yg dimaksud pada ayat 22 di atas? Tentu tidak lain dan tidak bukan adalah pendeta-pendeta besar dan pastor-pastor/romo-romo  wahid di belahan bumi ini..!!

Jika para hamba Tuhan itu saja “diusir” oleh Yesus, apalagi umatnya yang di gereja.
Yesus memanggilnya dengan sebutan “Pembuat Kejahatan”. Alasannya ?
Melihat pada ayat sebelumnya (ayat 21), mereka-mereka ini pastilah TIDAK melakukan kehendak Bapa yg di Surga. Hanya Tuhan lah yg tahu jika ternyata mereka ini sesungguhnya melakukan semua hal di atas untuk memuliakan dirinya sendiri (terkenal, nama besar) atau untuk memenuhi hasrat duniawi (mengumpulkan harta dari ketenaran),atau tujuan/ambisi pribadi lain yg semakin jauh dari rencana Allah.

LANTAS bagaimana mereka harus bersikap di dunia ini agar berkenan di hadapan Tuhan semesta alam? Mari kita lihat ayat berikutnya :
Mat 7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu." 
Mat 7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir."
Jelas being ignorant/bersikap masa bodoh terhadap kehendak Bapa adalah tidak bijaksana, kecuali memang mereka berencana menghabiskan kekekalan di alam maut yg penuh ratap dan kertak gigi (Mat 22:13)

Dalam skenario penebusan TERNYATA memiliki konsekuensi bagi umat Kristen. Apa itu ?
Rom 8:12 “Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.”

Umat Kristen BERHUTANG.. berhutang kepada siapa ?
Tentu kepada Sang Penebus! Dosa-dosa umat Kristen telah ditebus-Nya, Ia telah MEMBAYAR LUNAS harganya! Ini menyisakan kita hutang –dan sebagaimana semua hutang di dunia ini pada hakekatnya, hutang ini pun HARUS DIBAYAR.

Tapi dengan cara apa membayarnya?
Rom 8:13 
Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”

Dengan TIDAK hidup menurut daging, MEMATIKAN perbuatan-perbuatan tubuh dan hidup menurut Roh.. (kalau dalam Islam bermakna menghidupkan rohani kita dengan tidak merusak jasmani kita dengan perbuatan dosa).
Sesuka hati melakukan dosa, hidup sesuai hasrat diperut dan mata..dan berharap hutang terbayar lunas dengan sendirinya, by granted. Bukan seperti itu menurut Alkitab TAPI Pelunasan hutang itu harus dikerjakan sendiri, dan hanya terjadi jika hidup menurut Roh dan meneladani Yesus didalam prosesnya..

KENAPA sulit, bukankah umat Kristen telah “dibaptis”?
Roma 8:14, 
“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”

Melihat itu sangat mengecewakan TAPI itu pun belum cukup. Membaca definisi dari ayat 14 diatas, mereka hanya bisa disebut anak Allah JIKA DAN HANYA JIKA hidup mereka dipimpin oleh Roh Allah! So, jika mereka hidup seenaknya saja seturut daging, jangan bilang Tuhan Allah kejam ketika kalian bertemu Dia di kekekalan nanti Ia tidak mengakui kalian sebagai anak dan malah menghardik dengan suara menggelegar “Aku tidak mengenal engkau!!”

Apa yang umat Kristen ketahui bahwa sampai saat ini mereka masih berkeyakinan dipimpin oleh daging dan bukan oleh Roh, mereka BELUM dilayakkan untuk menyandang predikat sebagai  ‘anak Allah’.

Jika dicompaare dengan Paulus yang menurut mereka adalah murid Yesus. Apakah kalian sudah lebih benar bagi Allah daripada Paulus? Lalu renungkan ayat berikut ini :
2Kor 5:9, “
Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.” 

Ayat itu ditulis oleh Paulus. Perhatikan bagaimana pandangan Paulus mengenai kelayakan/keberkenaan dirinya di hadapan Allah...!!
Paulus saja masih merasa perlu untuk BERUSAHA BERKENAN! Bayangkan..itu kaliber Paulus, salah satu murid Yesus yg paling tersohor menurut umat Kristen! Sangat unik dan aneh umat Kristen dengan sifat sombong memandang diri lebih hebat dari Paulus sehingga tidak perlu untuk berusaha berkenan..at all, melainkan tinggal klaim/tuntut saja janji-janji Allah di Alkitab..

Rom 8:17, 
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”

Perhatikan dan telaah dengan bijak. Pada ayat diatas terdapat frase prasyarat (pre-qualification) yang jelas dan gamblang : JIKA KITA MENDERITA BERSAMA-SAMA DENGAN DIA!
Mengapa anak kalimat yg se-krusial ini DISEMBUNYIKAN pada khotbah-khotbah di mimbar-mimbar gereja (hanya gembar atau soal ‘ahli waris’ dan ‘berhak menerima janji-janji Allah’ saja)?? Menderita dulu, baru dipermuliakan! Laksanakan dulu kewajiban baru menuntut hak!!
Tidak mungkin mudah atau murah untuk memperoleh sesuatu yg bernilai, terlebih hidup kekal dalam kemuliaan the ultimate gift. Kalau hanya berbekal aliran air di dahi atau menyelam dikolam (ritual baptis di Katolik/Kristen) saja umat bisa beroleh keselamatan kekal, neraka pastinya akan kosong melompong! Semua makhluk di bumi ini tinggal mengantri saja berduyun-duyun untuk dibaptis, lalu setelah itu bebas memperkosa, membunuh, menganiaya, menipu, dan lain-lain sepuas-puasnya TANPA pernah harus mempertanggungjawabkannya, lalu ketika meninggal langsung masuk jalan tol premium VIP menuju Surga...
How ridiculous! Terutama karena Yesus sendiri sudah menggambarkannya demikian..

Mat 7:13, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 

Mat 7:14,”karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

KESIMPULAN :

Sekalipun keselamatan itu sendiri nantinya merupakan anugerah dari Yang Kuasa, namun terdapat satu syarat mutlak utk mendapatkannya..umat Kristen DITUNTUT (sebagai orang berhutang) untuk sebaik mungkin melayakkan/memantaskan diri untuk menerimanya. Dan bagaimana mereka  melakukan itu? Tentu dengan hidup menurut Roh dan BERUSAHA BERKENAN di hadapan-Nya setiap waktu..

SEMOGA TULISAN INI BERMANFAAT...
JAZAKALLAHU...




Doktrin Roh Kudus Dalam Cengkeraman Helenisme


Oleh: Sang Misionaris.

Pendahuluan
    Dalam Konsili Nicea, begitu singkatnya konsili tersebut menyinggung tentang Roh Kudus. Di Konsili Nicea, tidak ada kejelasan yang memadai tentang siapa dan bagaimana Roh Kudus tersebut, meski pada akhirnya Kristen meyakini bahwa Allah itu adalah Roh Kudus, dan istilah Roh Kudus dengan Roh Allah, Kristen tidak membedakan makna di antara keduanya, melainkan menyamakannya, yang ditujukan pada satu nama yaitu Allah yang Trinitas. Dalam menguatkan doktrinnya tersebut, Kristen berupaya mencari dukungan banyak ayat di dalam Alkitab sebagai bentuk pembenaran atas doktrin yang telah mereka yakini tersebut, meskipun permasalahan tentang doktrin ini tidaklah sesederhana paradigmanya Kristiani saat ini, karena sejak awal, doktrin ini terbentuk dari adanya perbedaan pandangan di kalangan Bapa Gereja yang pada akhirnya dituntaskan oleh Konsili Konstantinopel dengan menghasilkan rumusan Pengakuan Iman tetang Roh Kudus, implikasi tersebut jelas bahwa Konsili Konstantinopel telah menetapkan suatu dogma tentang Ketuhanan Roh Kudus yang sifatnya secara resmi telah mengikat semua gereja.  

Sepak Terjang Yahudi dan Ke-ingkarannya



Penulis : Eza Raffleza

BISMILLAH...

Berbicara tentang kaum Bani Israel ini, tentu kita telah mengetahui bahwa sejak dahulu kaum ini adalah kaum yang suka ingkar bahkan sejak jaman nabi Musa AS pun mereka sudah banyak melakukan pengingkaran, baik terhadap nabi Musa dan kitab suci mereka yakni Taurat. Hal ini bisa juga kita ketahui dalam banyak firman Allah SWT tentang keingkaran kaum tersebut dalam surah Al-Baqarah, diantaranya :


"Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk)." (QS. Al Baqarah : 40)

"Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan." (QS. Al Baqarah : 50)

'Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu(sembahan) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim. Kemudianuda sesh itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur." (QS. Al Baqarah : 51-52)

"Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk." (QS. Al Baqarah : 53)

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al Baqarah : 54)

"Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya". Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur." (QS. Al Baqarah : 55-56)

"Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (QS. Al Baqarah : 57)

"Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: "Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: "Bebaskanlah kami dari dosa", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik". (QS. Al Baqarah : 58)

"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan." (QS. Al Baqarah : 60)


Masih banyak keingkaran kaum Yahudi (Bani Israel) ini yang disebutkan didalam AlQuran dan hal tersebut berlanjut sampai detik ini dan akan terus hingga akhir zaman kelak.


APA SEBENARNYA YANG MEMBUAT MEREKA SEPERTI ITU DAN MENGAPA PULA KAUM INI SANGAT MEMBENCI ISLAM ?

Banyak opini yang sekarang menjadi dasar bahwa permusuhan Yahudi terhadap Islam adalah disebabkan hanya karena perebutan tanah dan perbatasan Palestina serta wilayah sekitarnya, padahal Yahudi memusuhi Islam sudah sejak lama saat Rasulullah SAW mendakwahkan Islam dan bahkan sebelum Rasulullah lahir ke dunia. Ada kekhawatiran yang sangat besar dalam diri mereka bahwa Islam akan berkembang dengan besar dan pesat apalagi saat Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

Sebenarnya awalnya mereka sangat “berharap” bahwa utusan Allah SWT yang terakhir tersebut adalah dari golongan mereka dan para ahli kitab sangat mengetahui bahwa Nabi Terakhir ini akan memimpin dunia dan akan mengalahkan berbagai macam suku dan golongan yang tidak mengetahui agamanya, hal tersebut sebagaimana yang Allah firmankan :

“Ingatlah ketika Isa Ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS. As-Shaf: 6).

“(yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang Ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung” (QS. Al-A’raf: 157).


Begitu pula yang TERTULIS dalam kitab Taurat dan Injil tentang utusan Terakhir tersebut :

Dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca.” (Yesaya 29:12)

Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.(Yesaya 42:1)

Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.(Yesaya 42:4)

Siapakah yang menggerakkan dia dari timur, menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannya dan menurunkan raja-raja? Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya membuat mereka seperti jerami yang tertiup. (Yesaya 41:2)

“Saya akan mengangkat untuk mereka (Bani Israel) seorang nabi seperti anda dari di antara saudara-saudara mereka; dan saya akan meletakkan kata-kata saya pada mulutnya, dan dia akan berbicara kepada mereka semua yang saya perintahkan padanya. Dan barangsiapa tidak akan memberikan perhatiannya kata-kata saya yang dia katakan atas nama saya, saya akan menuntut hal itu dari dia.” (Ulangan 18: 18-19)


Mereka juga memahami bahwa nabi terakhir ini akan tinggal di daerah yang memiliki banyak kebun kurma.Karena alasan inilah, masyarakat yahudi eksodus dari daerah asalnya di Syam, menuju Yatsrib (nama asal kota Madinah), untuk menyambut kehadiran nabi terakhir yang tinggal. Aslinya mereka adalah ibrani, namun setelah mereka pindah ke daerah Hijaz (wilayah Madinah - Mekah), mereka melebur dengan kultur arab, mulai dari cara berpakaian, bahasa, sampai tradisi dan kebudayaan.

Hingga nama mereka dan nama kabilah mereka kearab-araban. Sampai terjadi hubungan pernikahan antara yahudi dengan masyarakat arab. Hanya saja, mereka masih menjaga fanatisme kebangsaan, dan tidak berasimilasi penuh dengan masyarakat arab. Bahkan mereka membanggakan diri mereka sebagai keturunan Israil. 

Sikap fanatisme masyarakat Yahudi di Madinah, mendorong mereka untuk berusaha merebut kota Madinah dari tangan penduduk arab. Untuk mewujudkan tujuan ini, mereka berusaha mengadu domba antar-suku masyarakat Madinah, yang ketika itu terdiri dari 2 suku besar: Aus dan Khazraj. Hingga terjadi perang besar antara dua suku ini, yang dikenal dengan perang Bu’ats.

Karena telah memiliki Taurat, kaum Yahudi ini merasa bahwa mereka “lebih” berperadaban dibandingkan dengan penduduk asli Arab. Akan tetapi harapan mereka meleset. Para Yahudi itu berharap agar nabi terakhir diutus di kalangan mereka, namun ternyata Allah utus dari kalangan orang arab, suku Quraisy. Lebih dari itu, nabi terakhir ini tidak berpihak atas nama fanatisme keturunan Israil. Pupus sudah harapan besar mereka, hingga timbul hasad dan dengki kepada masyarakat arab. Tidak ada pilihan lain bagi mereka, selain “kufur” terhadap nabi terakhir itu.

Allah SWT telah berfirman tentang hal itu...

”Ketika telah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. La’nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya” (QS. Al-Baqarah: 89 – 90).

Sangat jelas,terang dan gamblang BAHWA kaum Yahudi sangat iri dan dengki kepada agama Islam ini.


Pertarungan kita dengan Yahudi adalah pertarungan eksistensi, bukan persengkataan perbatasan. Musuh-musuh islam dan para pengikutnya yang bodoh terus berupaya membentuk opini bahwa hakekat pertarungan dengan Yahudi adalah sebatas pertarungan memperebutkan wilayah, persoalan pengungsi dan persoalan air. Dan bahwa persengketaan ini bisa berakhir dengan (diciptakannya suasana) hidup berdampingan secara damai, saling tukar pengungsi, perbaikan tingkat hidup masing-masing, penempatan wilayah tinggal mereka secara terpisah-pisah dan mendirikan sebuah Negara Sekuler kecil yang lemah dibawah tekanan ujung-ujung tombak zionisme, yang kesemua itu justru menjadi pagar-pagar pengaman bagi Negara zionis.

Mereka semua tidak mengerti bahwa pertarungan kita dengan Yahudi adalah pertarungan lama semenjak berdirinya Negara Islam di Madinah dibawah kepemimpinan utusan Allah bagi alam semesta yaitu Muhammad SAW Permusuhan dan usaha mereka merusak Islam sejak berdirinya Negara Islam bahkan sejak Rasulullah SAW hijrah ke Madinah sampai saat ini dan akan berlanjut terus. Walaupun tidak tertutup kemungkinan mereka punya usaha dan upaya memberantas islam sejak kelahiran beliau.
Hal ini dapat dilihat dalam pernyataan pendeta Buhairoh terhadap Abu Thalib dalam perjalanan dagang bersama beliau diwaktu kecil. Allah SWT telah jelas-jelas menerangkan permusuhan Yahudi dalam firman-Nya :

"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik." (Qs. 5:82)


Sangat banyak upaya kaum Yahudi ini dalam memadamkan cahaya Islam bahkan sejak awal perkembangan Islam dalam peradaban sejarah sampai saat ini, diantara (point penting saja) :

- Dalam hal perekonomian saat kaum Muhajirin perekonomiannya melemah dan meminta bantuan    kepada kaum Anshor yg berada di Madinah. Hal ini dimanfaatkan oleh kaum Yahudi dengan  pemboikotan ekonomi.

- Melakukan Fitnah dan kebencian. Seperti yang telah dibahas sebelumnya yakni mengadu domba     kaum muslimin antara kaum Aus dan Khodzraj.

- Menyebarkan keraguan kepada diri kaum muslimin.

- Memata-matai kaum muslimin

- Usaha memfitnah Rasulullah SAW


Tidak cukup keonaran dan fitnah yg dibuat oleh Yahudi ini, mereka pun bekerja sama dengan kaum musyrikin menyatakan permusuhan dengan terang-terangan terhadap kaum muslimin. Namun Rasulullah SAW tetap menunggu sampai mereka melanggar dan membatalkan perjanjian yang pernah dibuat di Madinah. Ketika mereka melanggar perjanjian tersebut barulah Rasulullah SAW melakukan tindakan militer untuk menghadapi mereka dan mengambil beberapa keputusan untuk memberikan pelajaran kepada mereka. Diantara keputusan penting tersebut adalah...

1. Pengusiran Bani Qainuqa’
2. Pengusiran bani Al Nadhir
3. Perang Bani Quraidzoh
4. Penaklukan kota Khaibar

Setelah terjadinya hal tersebut maka orang Yahudi “terusir” dari jazirah Arab.


Setelah Rasulullah SAW wafat, sepak terjang Yahudi pun terus berlanjut dengan melakukan berbagai makar dan tipu daya, diantaranya :


1. Fitnah pembunuhan khalifah Utsmani adalah awal keberhasilan Yahudi dalam menyusup dan merusak Islam dan kaum muslimin. Tokoh yahudi yang bertanggung jawab terjadinya peristiwa ini adalah Abdullah bin Saba’ yang dikenal dengan Ibnu Sauda’. Kisahnya cukup masyhur dan ditulis dalam kitab-kitab sejarah Islam.

2. Fitnah Maimun Al Qadaah dan perkembangan sekte Bathiniyah. Keberhasilan Abdullah bin Saba’ membuat fitnah di kalangan kaum Muslimin dan mengajarkan saba’isme membuat orang Yahudi semakin berani. Sehingga belum habis fitnah Sabaiyah mereka sudah memunculkan tipu daya baru yang dipimpin seorang Yahudi bernama Maimun bin Dieshaan Al Qadaah dengan membuat sekte Batiniyah di Kufah tahun 276 H.

3. Penghancuran kekhilafahan Turki Utsmani ditangan gerakan Masoniyah dan akibat yang ditimbulkan berupa perpecahan kaum muslimin.Orang Yahudi mengetahui sumber kekuatan kaum muslimin adaalh bersatunya mereka dibawah satu kepemimpinan dalam naungan kekhilafahan Islamiyah. Oleh karena mereka segera berusaha keras meruntuhkan kekhilafahan yang ada sejak zaman Khulafa’ Rasyidin sampai berhasil menghapus dan meruntuhkan negara Turki Utsmaniyah. Orang Yahudi memulai konspirasinya dalam meruntuhkan Negara Turki Utsmaniyah pada masa sultan Murad kedua (tahun 834-855H) dan setelah beliau pada masa sultan Muhammad Al Faatih (tahun 855-886H) yang meningal diracun oleh Thobib beliau seorang Yahudi bernama Ya’qub Basya. Demikian juga berhasil membunuh Sultan Sulaiman Al Qanuni (tahun 926-974H) dan para cucunya yang diatur oleh seorang Yahudi bernama Nurbaanu. Konspirasi Yahudi ini terus berlangsung di masa kekhilafahan Utsmaniyah lebih dari 400 tahunan hingga runtuhnya di tangan Mushthofa Ataturk.


Timbul Pertanyaan...

Dengan cara atau kekuatan apa yg dilakukan Yahudi untuk menjalankan makar dan tipu daya mereka tersebut ?


1. Yahudi Al Dunamah. Diantara tokohnya adalah Madhaat Basya dan Mushthofa Kamal Ataturk yang memiliki peran besar dan penting dalam penghancuran kekhilafahan Utsmaniyah.

2. Salibis Eropa yang sangat membenci islam dan kaum muslimin dengan melakukan perjanjian kerjasama dengan beberapa Negara eropa yaitu Bulgaria, Rumania, Namsa, Prancis, Rusia, Yunani dan Italia.

3. Organisasi bawah tanah/rahasia, khususnya Masoniyah yang terus berusaha merealisasikan tujuan dan target Zionis. Usaha-usaha Musthofa Kamal Basya Ataturk dalam menghancurkan kekhilafahan setelah berhasil menyingkirkan sultan Abdulhamid ke-2 adalah..

 - Pada awal November 1922 M ia menghapus kesultanan dan membiarkan kekhilafahan

 - Pada tanggal 18 November 1922M ia mencopot Wahieduddin Muhammad ke-6 dari kekhilafahan.

 - Pada Agustus 1923 M ia mendirikan Hizb Al Sya’b Al Jumhuriah (Partai Rakyat Republik) dengan tokoh-tokoh pentingnya kebanyakan dari Yahudi Al Dunamah dan Masoniyah.

- Pada tanggal 20 oktober 1923 M Republik Turki diresmikan dan Al Jum’iyah Al Wathoniyah (Organisasi nasional) memilih Musthofa Kamal sebagai presiden Turki.

 - Pada tanggal 2 Maret 1924 M Kekhilafahan dihapus total.


Semoga bermanfaat sebagian sejarah dari sepak terjang kaum yg ingkar yakni kaum Yahudi dari dahulu hingga saat ini.. JAZAKALLAHU... 

Sumber : 
- Al-Quran
- Ensiklopedia Islam
- Beberapa referensi lainnya