Buku-Buku yang diterbitkan AWF

Buku-buku yang Kristologi yang diterbitkan AWF bisa didapatkan disini, untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang Kristologi.

Kajian Kristologi

AWF bekerjasama dengan berbagai pihak memberi kajian kristologi di beberapa tempat untuk meneguhkan aqidah umat Islam

Kursus Kristologi Dasar

Kursus Kristologi Dasar (KKD) sering diadakan secara berkesinambungan untuk memberikan pengetahuan tentang dasar-dasar Kristologi baik di kampus AWF maupun di pondok Pesantren

Pendekatan Persuasif

Pendekatan dan kerjasama AWF dengan berbagai elemen masyarakat untuk meneguhkan Aqidah umay Islam

Kunjungan AWF

Berbagai kunjungan dan kajian AWF diberbagai daerah untuk memberikan kajian dan kursus Kristologi, baik di Masjid-masjid maupun di Pondok Pesantren

Berguru Dakwah dan Kristologi kepada KH Abdullah Wasi’an

Cover depan buku “100 Tahun
KH Abdullah Wasi’an, Kristolog Jago Dialog”
Terbit September 2017

Islam adalah agama dakwah. Kristologi merupakan salah satu bagian penting dari materi dakwah. Maka, agar saat berdakwah lewat jalur Kristologi sukses, siapapun memerlukan guru sebagai ‘model’ untuk kita contoh. Terkait ini, Jalan Dakwah dari KH Abdullah Wasi’an –seorang Kristolog- yang oleh banyak fihak dinilai berhasil, wajib kita pelajari.
Memang, keberadaan ‘model’ pendakwah yang baik kita perlukan untuk menambah semangat dan wawasan dalam berdakwah. Bahkan, dalam Islam, keberadaan ‘model’ seperti itu sangat penting, sebagai rujukan untuk kita teladani.

***
KH Abdullah Wasi’an adalah pendakwah fenomenal. Dia menguasai Kristologi, sebuah cabang ilmu yang tak banyak dikuasai orang padahal bermanfaat untuk memerkuat aqidah. Dia tak hanya pandai berceramah soal Kristologi, tapi juga cakap menuliskannya menjadi banyak artikel, makalah, dan buku. Dia sering berdebat dengan kalangan Kristen dan memenangkannya.
Kedalaman ilmu KH Abdullah Wasi’an tentang Al-Qur’an dan Bibel tercermin melalui ceramah-ceramahnya dan juga lewat karya-karya tulisnya. Memang, KH Abdullah Wasi’an memiliki talenta yang istimewa, sebab Almarhum berkemampuan sama baiknya antara berceramah dan menulis.
Kristolog Jago Dialog ini menegaskan bahwa penguasaan terhadap Kristologi berguna untuk lebih memudahkan kita mengetahui kelemahan-kelemahan Al-Kitab. Juga, agar kita lebih objektif dalam menilai isi Al-Kitab, sekalipun isinya secara umum itu telah kita ketahui salah. Pun, dapat kita pakai sebagai alat dakwah yang efektif.
Dalam hal Kristologi, KH Abdullah Wasi’an adalah nama yang -sangat boleh jadi- menggetarkan banyak pendeta dan tokoh Kristen. Sebab, telah ratusan pendeta atau tokoh Kristen dari dalam dan luar negeri berdialog / berdebat dengannya. Hasilnya?  Tak satupun dari debat-debat itu yang dimenangkan ‘pihak lawan’. Malah, sebagian dari tokoh-tokoh Kristen itu ada yang lalu masuk Islam secara ikhlas.

***
Buku ini berusaha merekam jejak perjuangan dakwah KH Abdullah Wasi’an. Maka, setelah kita lengkap membacanya, ibrah atau pelajaran apa sajakah yang bisa kita dapat?
Pelajaran itu, antara lain: Pertama, beliau sering lebih mendahulukan kepentingan dakwah daripada diri atau keluarga. Namun, meski sibuk berdakwah, beliau tetap “milik” keluarga. Misal, tidak canggung membantu sang istri memasak atau menjahit sendiri baju anak-anaknya.
Kedua, beliau tegas dan berani. Sikap ini akan muncul jika kita sudah yakin bahwa Jalan Dakwah adalah ladang amal yang memang membutuhkan banyak syarat termasuk dimilikinya ketegasan dan keberanian.
Ketiga, beliau gigih. Sampai usia lanjut, Almarhum masih produktif menulis. Waktu, oleh beliau, digunakan secara optimal. Tidak ada waktu yang tak dipakai untuk membaca dan menulis. Beliau tidurnya sangat sebentar.
Keempat, beliau haus ilmu. Meski mahal, beliau pernah membeli dua jilid Ensiklopedi Al-Kitab untuk memersiapkan kajian-kajian yang lebih intensif, termasuk yang terkait dengan diskusi melalui surat-menyurat.
Kelima, beliau memiliki tradisi keilmuan yang kuat. Prinsip beliau, “Makalah dijawab dengan makalah” atau “Buku dijawab dengan buku”.
Keenam, beliau menguasai beberapa bahasa asing antara lain bahasa Jerman, bahasa Belanda, bahasa Perancis maupun bahasa Inggris. Kesemua itu berguna saat mendalami Kristologi.
Ketujuh, beliau meminati banyak hal. Misal, olahraga sepakbola, cerita wayang, atau lagu-lagu tertentu. Semua itu bisa menjadi salah satu pilihan ‘pintu masuk’ agar dakwah berhasil.
Kedelapan, beliau diterima dan bersahabat dengan berbagai kalangan. Antara lain dia bersahabat dengan KH Suyuthi Dahlan, Kiai NU yang juga ahli Kristologi di Kacuk – Malang. Saat berkunjung ke pesantrennya, ribuan santri menyambut dengan sepenuh kehangatan.
Kesembilan, beliau tenang dan komunikatif. Hal ini antara lain bisa ditandai oleh fakta bahwa telah puluhan kali beliau berdialog / berdebat dengan pendeta atau tokoh Kristen.
Kesepuluh, beliau sosok tanpa pamrih. Misal, meski pernah mengalami dijemput dengan mobil ambulan oleh pengundang, atau pernah diinapkan berhari-hari di sebuah Puskesmas oleh panitia, atau harus berlelah-lelah menembus jalanan desa dengan sepeda dan bahkan dengan jalan kaki di pematang sawah menuju tempat pengajian, semua itu tetap dilakukannya dengan sepenuh gairah.
Kesebelas, beliau tabah. Sejak awal, harus kita mengerti bahwa Jalan Dakwah –kapanpun- adalah jalan yang tak pernah sunyi dari rintangan. Tapi, yakinlah, Allah akan selalu beserta para penolong agama-Nya.
Keduabelas, beliau pemaaf. “Kalau kita dikecewakan atau disakiti seseorang, usahakan orang tersebut tidak tahu kalau kita kecewa atau sakit hati,” nasihat beliau di suatu ketika.
Ketigabelas, beliau selalu peduli kepada nasib dakwah. Beliau sering berkata, kurang-lebih, “Semoga saya tidak meninggal dunia sebelum bermunculan kader-kader Kristologi yang tangguh dan mumpuni”. Memang, tekad beliau, “Dakwah terus akan aku lakukan, melalui mimbar pengajian, masjid, gang-gang kampung, diskusi, seminar, atau dialog dengan para pendeta. Ke mana-mana aku selalu ditemani mesin ketikku yang tua untuk terus menulis sampai ajal menjemputku“.

***
Alhasil, kepada segenap umat Islam dan terutama kader-kader dakwah yang menekuni Kristologi, pertama, rajin-rajinlah membaca sejarah hidup para Kristolog yang sudah teruji kemampuan dan perjuangannya. Kedua, mari tanpa jemu pelajari buku-buku di seputar Kristologi karya para Kristolog (termasuk rekaman debat mereka). Istiqomahlah di Jalan Dakwah, sebab itu jalan yang telah ditempuh oleh para Nabi dan Rasul.
Semoga -antara lain lewat buku ini-, semakin mantap kita dalam meresapi Suruhan Mulia ini: “Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan” (QS Al-Hasyr [59]: 2). Lalu, jika ibrah atau pelajaran sudah kita dapat setelah berguru kepada KH Abdullah Wasi’an (lewat kiprah dakwahnya), maka pada saat yang sama kita harus mulai berusaha untuk menirunya dan bahkan jika bisa melampaui prestasi Almarhum. Bismillah

Oleh : M. Anwar Djaelani

Kata Bible Tentang Muhammad ?



Kata Bible Tentang Muhammad ?

Perdebatan mengenai Muhammad SAW, terus bergulir sepanjang masa. Umat Yahudi dan Kristen menolak dia sebagai Rasul Allah penerus risalah para nabi sebelumnya. Sedangkan umat Islam dengan bukti-bukti yang valid meyakini kebenaran kenabiannya. Bahkan dengan menggunakan Bibel (Alkitab), mereka mampu membuktikan bahwa Muhammad adalah Nabi Allah yang diharapkan kedatangannya oleh nabi Musa dan nai Isa (Yesus)

Miliki segera buku ini untuk menambah wawasan Kristologi anda

Kristolog Jago Dialog


KH. Abdullah Wasi'an pendakwah fenomenal.
Pertama, dia menguasai Kristologi, cabang ilmu yang tak banyak dikuasai orang. Padahal, ilmu itu bermanfaat untuk memperkuat aqidah.
Kedua, dia tak hanya pandai berceramah soal Kristologi, tapi juga cakap menuliskannya menjadi makalah dan buku.
Ketiga, dia sering berdebat dengan kalangan Kristen dan memenangkannya.

Bahwa KH Abdullah Wasi'an fenomenal bisa dilihat dari bergam sebutan kepadanya, seperti : "Kiai yang Kristolog", "Benteng Islam Indonesia", atau "Kiai yang bisa lebihi pendeta daripada pendeta". Hal paling mengesakan, dia adalah "Guru bagi hampir semua Kristolog di Indonesia"

dalam buku ini banyak memuat berbagai macam pandangan kepada KH. Abdullah Wasi'an dari berbagai kristolog.

Silahkan miliki buku ini untuk menambah wawasan kristologi anda...

Dialog Memahami Keimanan Kristen Islam



KH. Abdullah Wasi'an Foundation mendedikasikan diri pada misi kemanusiaan, yakni meneguhkan aqidah dan mencerahkan peradaban umat. Misi ini telah terbangun puluhan tahun silam ketika Almarhum KH. Abdullah Wasi'an untuk pertama kalinya mewakafkan diri pada dakwah Kristologi. Dakwah ini memang tidak populis, tetapi memiliki makna penting ketika agama dijadikan simbol statistik kependudukan, politik, ekonomi dan simbol-simbol sosial budaya.

Banyak hal yang mesti diperbuat ketika bertekad menghadirkan komunitas Muslim yang berpegang teguh pada aqidah Tauhid. Tidak sedikit pula yang harus diperjuangkan ketika tercerabutnya keteladanan dalam bermasyarakat, yakni sejuknya kehidupan antar-umat beragama dalam konteks kebhinekaan. Karena itu, KH. Abdullah Wasi'an Foundation memulai langkahnya dengan menerbitkan karya-karya Almarhum. Harapannya hanya satu : teguhnya aqidah umat dan indahnya bermasyarakat di Indonesia.

Jawaban Untuk Pendeta



Ikut Penafsiran Kristen atau Islam ??

Menyebarkan suatu agama yang diyakini kebenarannya, adalah hak dan kewajiban bagi pemeluknya. Setiap agama pasti memiliki ajaran kedamaian, kejujuran dan keadilan, serta mengutuk kedustaan, tipu daya dan pemerkosaan hak-hak asasi manusia.

Pendeta DR. Suradi, penanggungjawab majalah Kristen "Gema Nehemia" Jakarta, berupaya menyebarkan agamanya dan berusaha meyakinkan kita bahwa Yesus adalah Tuhan semesta alam, dengan menyelewengkan dan menjungkir balikkan penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an.

H. Abdullah Wasi'an seorang ulama dari Jawa Timur yang menekuni bidang perbandingan agama Islam dan Kristen, merasa terpanggil untuk memberikan jawaban atas penyelewwengan penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an yang dilakukan oleh pendeta tersebut.


Benteng Islam Indonesia



Pemikiran dan Perjuangan KH. Abdullah Wasi'an

Nama KH Abdullah Wasi'an (86 thn), adalah nama yang menggetarkan bagi pendeta dan tokoh-tokoh Kristen. Ratusan pendeta dan tokoh-tokoh Kristen luar negeri dan dalam negeri pernah berdialog dan berdebat dengannya, tapi tak satupun yang menang. Malahan sebagian tokoh-tokoh Kristen itu ada yang dengan keikhlasan hati menyatakan masuk Islam, setelah berdialog panjang dengan ulama yang kalem ini. Kedalaman ilmunya tentang Al-Qur'an dan bibel, tercermin dalam tutur kata ceramah-ceramahnya dan buku-buku yang ditulisnya.

100 Jawaban untuk Missionaris


Membaca dan menafsirkan ayat-ayat kitab suci adalah upaya yang baik untuk meraih kebenaran, selama usaha tersebut melalui metode yang benar. Seandainya tidak melalu cara itu, niscaya akan terperosok ke dalam kesalahan dan kesalahan, sekaligus menyesatkan.

Hamran Ambrie, adalah seorang yang patut dijadikan contoh sebagai figur mantan muslim yang mengaku mengenal Islam dan Al-Qur'an secara mendalam, tetapi sebenarnya pengetahuannya amat dangkal. Sehingga dia mengalami kerncuan dalam memaham Al-Qur'an, terutama dalam menelaah ayat-ayat yang berhubungan dengan aqidah, kitab Taurat dan Injil. Kebutaannya terhadap sejarah agama Kristen beserta dengan dogma Trinitasnya, membuatnya kebingungan dalam mengungkapkan pengertian ayat-ayat Al-Qur'an tentang penolakan Islam terhadap dogma dan ajaran Kristen.

Ketidaktahuannya pada sejarah Taurat dan Injil, memformatnya dalam kegelapan, sehingga dia tidak bisa memilah antara wahyu Allah yang berupa kitab suci taurat Musa dan Injil Isa (Yesus) dengan kitab yang sekarang dianggap Taurat dan Injil oleh umat Kristiani. Akibatnya Hamran Ambrie terperosok dalam kesalahan yang amat fatal, kemudian dia memeluk Kristen. Ironisnya, karena kesalahannya dalam menafsirkan ayat Al-Qur'an tersebut, dia menjadi seorang yang dibangga-banggakan dan dijadikan guru oleh beberapa pemuka Kristen untuk membingungkan pikiran umat Islam.

KH. Abdullah Wasi'an menulis buku ini untuk meluruskan kesalahan penafsiran Hamran Ambrie terhadap Al-Qur'an disertai dengan dalil-dalil dari ayat-ayat Alkitab milik agama Kristen. Dengan berdasarkan pada dua kitab ini (Alkitab dan Al-Qur'an), penulis mengajak pembaca untuk berpikir secara terbuka, kritis dan jujur untuk meraih kebenaran yang paling benar.